
Medan, Jumat (16/1/2026) — Musyawarah Nasional (Munas) III Afiliasi Penerbit Perguruan Tinggi Muhammadiyah ’Aisyiyah (APPTIMA) resmi dibuka di Auditorium Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Perhelatan nasional yang berlangsung pada 15–17 Januari 2026 di Medan dan Parapat ini menempatkan UMSU Press sebagai tuan rumah, sekaligus menegaskan peran strategisnya dalam penguatan gerakan literasi dan penerbitan perguruan tinggi Muhammadiyah ’Aisyiyah (PTMA).
Munas APPTIMA III mengusung tema “Melejitkan Gerakan Literasi untuk Peradaban Utama”, sebagai refleksi atas tantangan global, disrupsi teknologi, dan krisis nilai yang menuntut penguatan literasi secara menyeluruh. Pembukaan Munas diawali dengan pertunjukan tari Melayu, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah, yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan.
Ketua Panitia sekaligus Kepala UMSU Press, Dr. Muhammad Arifin, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta Munas dari berbagai daerah di Indonesia. Ia menegaskan komitmen UMSU Press untuk menyelenggarakan Munas APPTIMA III secara optimal sebagai bentuk tanggung jawab dan kontribusi nyata dalam mendukung penguatan ekosistem penerbitan PTMA.
Ketua APPTIMA, Budi Nugroho, S.I.P., menyampaikan apresiasi kepada UMSU Press atas kesiapan dan sambutan yang diberikan kepada seluruh peserta. Menurutnya, Munas APPTIMA III menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan peran penerbit perguruan tinggi dalam menyongsong agenda besar persyarikatan ke depan.
Dari unsur pimpinan universitas, Wakil Rektor I UMSU, Prof. Dr. H. Muhammad Arifin, S.H., M.Hum., mengajak seluruh penerbit yang tergabung dalam APPTIMA untuk terus berlomba dalam kebaikan dan berkolaborasi memajukan PTMA. Ia menekankan pentingnya digital mindset dalam menghadapi pergeseran ekosistem penerbitan, sekaligus mengapresiasi capaian UMSU Press yang pada tahun 2025 berhasil menerbitkan lebih dari 200 judul buku dan secara konsisten memberikan royalti kepada penulis.
Munas APPTIMA III secara resmi dibuka oleh Wakil Sekretaris I Diktilitbang PP Muhammadiyah, Moh. Mudzakkir, S.Sos., M.A., Ph.D. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa tradisi penerbitan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah Muhammadiyah sejak awal berdirinya. Ia juga menekankan pentingnya tradisi dokumentasi ilmu pengetahuan melalui buku dan jurnal sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Munas APPTIMA III diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai penerbit dan institusi PTMA di seluruh Indonesia, serta melibatkan mitra strategis di bidang literasi dan penerbitan digital. Melalui forum ini, APPTIMA diharapkan mampu memperkuat kolaborasi, berbagi pengetahuan, dan merumuskan langkah strategis untuk menghadirkan penerbitan perguruan tinggi yang berkualitas, adaptif, dan berdaya saing menuju peradaban utama.